|
stigma // Minggu, 28 Juli 2013 @ 20.13
berhenti. ketika membaca kata ini apa yang terlintas
dalam pikiran anda? apakah hal yang bernada positif atau negatif. kalau anda
berpikiran negatif sesungguhnya kata berhenti tidak selamanya berkonotasi
buruk. berhenti merokok contohnya, semakin membuat orang sehat kan? begitu pula
sering kita temukan dengan kata-kata lainnya. terkadang suatu kata sudah
terstigma negatif. masyarakat seringkali terjebak dengan stigma tersebut.
padahal tidak selamanya apa-apa yang ada dalam kenyataan hidup itu buruk.
dalam kehidupan sehari-hari contohnya adalah ketika seseorang terpaksa harus bertempat tinggal di pinggiran kali. apakah orang itu tidak memikirkan keselamatan dan kesehatan hidupnya? tentu saja mereka memikirkan itu. kemudian mengapa orang itu tidak bertempat tinggal di tempat yang lebih aman? jauh dari air yang dapat menjadi sumber hazard yang berbahaya di hidupnya maupun keluarganya yang lain? kalau saja kita tidak mau berpikir lebih jauh, mungkin kita menganggap orang tersebut memang tidak memikirkan keselamatan dan kesehatan tersebut. namun ada beberapa hal yang mungkin tidak terlintas dalam benak kita terhadap orang tersebut. pernahkah terpikir kalu mungkin saja orang itu hanya tinggal sementara di situ, sementara karena terlibat suatu masalah keungan yang megakibatkan ia harus mencari tempat tinggal yang murah. atau saja memang orang itu suka bertempat tinggal di pinggir kali, sehingga dekat dengan tempat pekerjaannya yang memang terletak di daerah itu. intinya, ketika melihat suatu hal kita tidak dapat melihatnya secara sebagian saja. ketika menilai orang lain sebaiknya dilihat dulu latar belakangnya. mungkin gara-gara latar belakangnya itu dia memiliki cara pandang yang berbeda. mungkin dan banyak kemungkinan yang dapat terjadi selain itu. dalam hal ini hidup di pinggiran kali telah terstigma dengan kehidupan tidak memikirkan keselamatan dan kesehatan. kembali lagi tentang stigma, stigma atau pandangan sekelompok manusia yang telah melekat pada suatu hal baik itu benda, sekelompok makhluk hidup atau lainnya dapat menimbulkan banyak reaksi dari orang yang melihat terhadap suatu stigma yang ia lihat itu. mungkin kepada sesuatu yang berstigma positif seseorang akan selalu berusaha untuk mendekati hal itu, kemudian kepada sesuatu yang berstigma buruk seseorang akan menjauhinya. hal ini akan bermasalah apabila stigma yang melekat itu sesungguhnya berlawanan dengan apa yang terjadi. perlu dilakukan upaya-upaya untuk menghentikan stigma tersebut apabila memang tidak benar dengan kenyataan. Dari asalnya, stigma ini dapat timbul apabila masyarakat mendapat impuls yang sama berkali-kali terhadap hal tersebut, ia dapat berasal dari berita media massa, kepercayaan turun-menurun, maupun adat istiadat setempat. sehingga masyarakat menganggap hal itu memang ada dan memang itu terjadi pada hal tersebut, melekat erat dan cenderung sulit untuk menghilangkan stigma itu.sehingga upaya-upaya untuk menghilangkan stigma itu harus dilakukan secara terus-menerus. selain itu perlu ditanamkan pemahaman yang baik terhadap masyarakat yang menganut paham stigma itu agar mereka terbebas dari stigma yang salah. |